الخميس، 1 يونيو، 2017

9/11 made me hate Prophet Muhammad, but now he’s my role model, says a Catholic

10 Things That Won't Break Your Fast (Roza) According To Islamic Scholars - Parhlo

Sourate Al Baqara (110-119) - Raad Muhammad Al Kurdi سورة البقرة رعد محمد الكردي

Rabbi Ishmael on the sons of Ishmael

How NOT to Understand Qur'an - Celebrity mentions - Alkahf - word by word & reflections v - 021

Ramadan Fiqh Issues by Sh Assim al Hakeem part 4 - HBK

Click here to support Da'wah booklets 12p each! organized by John Fontain

Ramadan Revival Iftar 2017

Christian Woman Gets Abusive Over Numbers 31

What's the Right Way to Perform Tahajjud?

What's the Right Way to Perform Tahajjud?: A questioner asks: what's the right way to perform tahajjud? Find out what our counselor recommends from the Quran and Sunnah of the Prophet.

RAMADAN STRANGERS - Why We Are All The Same,  But You Feel Different - IOU Blog

Calif. Mom and Boyfriend Tortured and Killed Her 3-Year-Old Daughter Before Stuffing Body in Freezer

Chat Islam Online - Jēzus un kristietība

Tempat Terendah? (Penggalan Bayyinah Access 3)


Tempat Terendah? (Penggalan Bayyinah Access 3)
Tepat setelah menyelesaikan Bayyinah Access 2 (BA2), sebenarnya saya langsung tancap gas daftar Bayyinah Access 3 (BA3). Namun karena beberapa hal, pengalaman tentang BA3 baru bisa saya tuliskan sekarang, setahun setelah tulisan tentang BA2 rilis, hihi.. maafkan :D Semangat untuk menuliskannya juga baru muncul akhir-akhir ini, bertepatan dengan Ramadhan dan prosesi wisuda saya dari Bayyinah minggu lalu. Ada semacam hutang untuk berbagi pengalaman, sehingga teman-teman yang ingin mengikuti program yang sama, bisa mendapatkan gambaran sebelum mendaftar.
Alasan yang melatarbelakangi kenapa saya lama gak nulis sebetulnya simpel saja, saya harus beradaptasi dengan bocil yang lahir seminggu setelah batas waktu pengumpulan tugas akhir BA3 dan, yang lebih utama, menurut saya dulu, gak ada yang menarik yang bisa diceritakan dari BA3, haha. Serius, sepanjang program hampir gak ada penambahan materi baru. BA3 emang dirancang sebagai latihan untuk aplikasi ilmu yang udah didapat di level sebelumnya. Jadi kerjaannya ngapain? Sepanjang tiga bulan itu, tiga kali seminggu, saya dan teman-teman berlatih “menggondrongi” tulisan Arab gundul, wahaha! Teks yang dipakai utamanya ada dua, kisah nabi-nabi dan nukilan tafsir yang diberikan oleh instruktur. Pegel bok membubuhkan harakat itu :) Jelas ya, jadi cerita saya selanjutnya gak menjelaskan BA3 secara detil, seperti penjelasan tentang BA2 di tulisan sebelumnya.
Episode yang ingin saya bagi kali ini adalah tentang kisah saya dalam menerjemahkan surat At-Tiin. Kebetulan salah satu tugas yang diberikan adalah menerjemahkan surat-surat pilihan dari Juz ‘Amma beserta tafsir singkatnya. Sampai ayat keempat masih oke, terus saya mentok di ayat kelima. Berikut saya nukilkan ayat tersebut.
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِيْنَ
Saya gak bisa mengartikan frasa terakhir (أَسْفَلَ سَافِلِيْنَ). Bukan karena gak tahu artinya apa, namun lebih karena kedudukan dalam kalimatnya seperti apa, saya gagal menebak. Saat saya coba intip terjemah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggrisnya, menurut saya terjemah tersebut kurang pas, tanpa mengurangi rasa hormat kepada tim penerjemah tentunya. Adapun terjemah Bahasa Indonesia berbunyi seperti ini, “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (red: paling rendah) (neraka),” sementara dalam Bahasa Inggris, “Then We return him to the lowest of the low.” Jika terjemah yang dimaksudkan berbunyi demikian, menurut yang saya pelajari di level sebelumnya, maka seharusnya frasa tersebut berbunyi “أَسْفَلَ السَّافِلِيْنَ”. Nah, jadi ada alif-lam yang hilang dari pernyataan ini.
Ketika membahas ini di kelas dengan tutor saya, Ustadz Aarij, kecurigaan saya tervalidasi, hehe. Beliau juga berpendapat bahwa frasa ini gak bisa diartikan demikian karena minus alif-lam di sana. Setelah berdiskusi panjang-lebar berikut pancingan dari sang ustadz, akhirnya kelas kami menyimpulkan bahwa “أَسْفَلَ سَافِلِيْنَ” itu bukanlah frasa seperti dugaan kami di awal, namun dua kata yang saling lepas. “أَسْفَلَ” di sini gak diartikan sebagai bentuk superlatif seperti yang disebut di dalam terjemahan (bentuk “paling” atau “ter..”), namun diterjemahkan sebagai bentuk komparatif (bentuk “lebih”). Jadi harusnya terjemahan tersebut berbunyi, “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang lebih rendah.”
Nah, terus gimana dengan arti “سَافِلِيْنَ” tanpa alif-lam? Menurut ijtihad kelas, kata “سَافِلِيْنَ” berkedudukan sebagai haal dalam Bahasa Arab atau adverb dalam Bahasa Inggris, dan saya bingung padanannya dalam Bahasa Indonesianya apa, hihi. Intinya mah keterangan cara melakukan sesuatu. Dalam contoh kalimat, “Dia berjalan dengan lambat,” “dengan lambat” merupakan keterangan cara orang tersebut berjalan. Dengan kata lain “dengan lambat” itulah haal-nya. Dengan demikian, untuk ayat tersebut kami melakukan terjemahan lepasnya seperti ini, “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang lebih rendah, dengan (terus turun ke tempat yang) rendah”.
***
Gara-gara teringat momen tersebut, pikiran saya jadi mengembara ke mana-mana.
Beberapa tahun terakhir seiring dengan pamor media sosial yang meningkat, sepengamatan saya, perang pemikiran semakin gencar dilakukan. Saya pernah berbagi kecemasan saya ke Dian, bahwa kalau kita gak bener-bener punya pedoman, kita bisa terombang-ambing dalam perang opini dan gampang mengiyakan sesuatu yang sebenarnya bisa jadi bertentangan dengan pedoman kita tersebut.
Contohnya, dalam menghadapi dunia yang (di mata kita) gak adil. Adanya perang, pemimpin yang zalim, dan harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik leher bisa membuat sebagian orang menafikan keberadaan Tuhan. Kalau ada dan Maha Kuasa, kenapa juga Tuhan ini gak bisa mengintervensi kemalangan yang menimbulkan kesengsaraan umat manusia tersebut?
Akan tetapi, bagi orang beriman yang akalnya dibimbing oleh wahyu, mereka menyadari bahwa nestapa di dunia ini akan diimbangi oleh adanya hari pengadilan setelah kiamat. Inilah poin yang gak dimiliki oleh kelompok sebelumnya, karena mereka gak percaya akan adanya hari pembalasan. Adapun kejadian-kejadian di dunia, artinya bisa bermacam-macam. Bagi orang beriman, kemalangan yang menimpa bisa berarti penghapus dosa juga ujian. Allah sih bisa-bisa aja menghilangkan kesulitan atas orang beriman, namun Allah ingin menguji mana orang yang benar-benar beriman mana juga yang cuma servis bibir aja. Lain lagi untuk orang zalim, meskipun kelihatannya di dunia ini dia bisa ongkang-ongkang kaki, namun jika gak bertaubat sebelum meninggal, bersiaplah menerima catatan amalan dari tangan kiri.
Konsekuensi logis dari percaya akan adanya hari pengadilan adalah percaya akan adanya eksistensi surga dan neraka sebagai balasan atas apa yang terjadi selama di dunia. Surga dan neraka adalah konsekuensi putusan Allah sebagai hakim. Walaupun keputusan yang dibuat tetaplah hak preogratif Allah semata, namun di Quran Allah telah memberi kisi-kisi, siapakah orang-orang yang berpotensi masuk surga dan siapakah orang-orang yang kemungkinan diazab neraka. Tugas kita adalah menjalankan kisi-kisi tersebut dengan tulus, seoptimal mungkin, dan dengan cara yang ditunjukkan oleh junjungan kita, Muhammad Rasulullah.
Setahun atau dua tahun yang lalu saya mendengar, ada seorang kenalan Muslim yang semakin menjauh dari Islam karena kurang sreg dengan ajaran Islam. Usut punya usut, akhirnya saya tahu bahwa orang tersebut menjauh karena ajaran Islam yang sampai kepadanya isinya kebanyakan soal azab melulu. Dia mulai mendekat ke ajaran agama lain yang lebih menekankan cinta kasih dan teman-temannya sesama Muslim juga gak dapat berbuat banyak untuk meyakinkan orang tersebut kembali meniti jalan keislaman.
Saat mendapati kabar tersebut, saya jadi introspeksi. Bisa jadi ini salah kita sebagai komunitas yang gak imbang mengabarkan isi Quran ke teman-teman kita sendiri. Ketidakseimbangan yang berakar dari kurangnya pemahaman tentang Quran atau kemampuan komunikasi yang minim. Okelah, kalau soal komunikasi, ente-ente bisa googling sendiri lah ya, gimana cara yang tokcer dan persuasif buat merebut hati orang, hihi. Di sini saya cuma mau kasih contekan, gimana Quran berbicara soal azab berdasarkan apa yang saya pahami dari At-Tiin: 5 tadi.
Di ayat sebelumnya, Allah berkata bahwa Ia menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Maknanya, manusia secara fitrah diciptakan dengan posisi yang baik, memiliki potensi kebaikan, dan catatan dosanya bersih. Hanya saja, karena dosanya selama di dunia, kedudukan manusia bisa merosot di hadapan Allah seiring dengan kesalahan yang ia perbuat, itulah inti dari ayat kelima. Yang harus digarisbawahi di sini adalah, saat manusia berbuat dosa, kedudukan manusia (di dalam neraka) akan menurun secara gradual, gak langsung serta-merta ditaruh di kerak neraka untuk mendapatkan azab yang paling pedih, itulah maksud dari penghilangan alif-lam dalam frasa “أَسْفَلَ سَافِلِيْنَ”.
Kalau dilihat dari sini sih sebenarnya Allah itu super baik! Pertama, Allah gak menciptakan kita dengan dosa awal atau dosa warisan, sehingga setiap bayi yang lahir itu bersih catatan amalnya dari dosa. Kedua, kalaupun berbuat dosa, manusia akan dikenai azab sesuai amal buruk yang dia lakukan. Masyaallah.. segitu sayangnya Allah sama kita sampai untuk menghukum hamba-Nya yang bandel aja Allah cermat banget :”) Belum lagi, kalau lihat ayat lain, Allah mah cintaaa banget sama hambanya yang bertaubat (3: 133). Artinya kan Allah tuh mendorong hamba-Nya untuk masuk surga, bukan diazab di neraka kan ya?
Meskipun Allah menyemangati umat manusia untuk ke surga, namun tetap, adanya azab dan neraka itu gak bisa dinafikan, sebagai balasan bagi orang zalim yang belum impas balasannya di dunia maupun sebagai pengingat bagi orang beriman supaya gak disengajain berbuat dosa. Itulah pola pikir seimbang yang sebagai Muslim harusnya kita miliki, sehingga saat kita menjelaskan kepada orang lain, kita terhindar dari omongan yang terlalu berat sebelah; menggembor-gemborkan azab tanpa membawa rahmat illahi yang begituuu luasnya.
Mungkin Ramadhan ini momentum yang pas untuk intrsopeksi, sudah adilkah kita dalam berbicara, terutama dalam mengingatkan teman kita sesama Muslim. Semoga kita dimampukan untuk saling mengingatkan tentang azab dan neraka dengan kadar yang tepat, seperti Allah yang menghilangkan alif-lam karena rasa sayang yang begitu besar terhadap hamba-hamba-Nya.
Wallahua’lam bisshawab

KYA RAAT KO TAHAJJUD PADHNE WALA SHAKS IMAM KE SATH TARAWEEH ME WITR ADA KARLE

ملحوظات على بعض الصائمين - عربي - محمد بن إبراهيم الحمد

Oruç Ahkâm - 4. Ders İlyas Bulut

دواخستنی قه‌زاكردنه‌وه‌ی ڕۆژوو - كوردی سۆرانی

History Made: Kerala Becomes First & Only State To Provide Electricity To Every Single Household

Witr Ke Baad Ke Nawafil- Ek Ilmi Baat

The Art of Debating by Sam Shamoun

If you love Allah then OBEY Him!

‏‏‎ILoveAllaah.com‎‏ مع ‏‎Sky Light‎‏ و‏‏15‏ آخرين‏‏.
If you love Allah then OBEY Him!

the messenger said


ربما تحتوي الصورة على: ‏‏نص‏‏

Satan is the dominant power in the Bible !!

Lets know our GOD.
Satan is the dominant power in the Bible !!
-------------------------------------------------------
(We apologize if the truth hurts anybody.)
Clear Evidences from the Bible that Satan is the God of Christians , so Christians are worshiping Satan not the Real God!!
In Matthew 4:9 Luke 4:6 Satan is The Owner of Everything.
In Ezekiel 28:17 Satan is beautiful.
In John 8:44 Satan Has Same name Like Father Equal with the Father.
In John 12:31 Satan is prince of the world. "Now judgment is upon this world; now the ruler (ie Satan) of this world will be cast out."
(The earth is the devil's.)
In Ephesians 2:2 Satan has the kingdom of the power.
In zechariah 3 Satan opposes God's work.
In Ezekiel 28:12 Satan was the model of perfection.
In Ezekiel 28:12 Satan is full of wisdom.
In 2 Corinthians 11:14 Satan is the Light. In
 In Revelation 12:9 "The great dragon was hurled down—that ancient serpent called the devil, or Satan, who leads the whole world astray. He was hurled to the earth, and his angels with him."
In Matthew 4:1-11 Satan was played with Jesus. In Matthew 4:8 Satan taught Jesus. In Matthew 4:9 Satan controlled Jesus.
In Luke 4:5 Mark 1:13 Satan was joked with Jesus.
In genesis 6:6-7 God of the bible which is satan said that he hate the people and he said that he does not change him self from hating all the creatures malachi 3:6.
In 1 Samuel.16:14-16,23; 1 The Spirit of God is spirit of Satan.
In 2 Thess 2:11-12 God of the bible which is Satan lies and deceives.
In Exodus 15:3 God of The Bible which is Satan is Man of War.
In 1 Samuel 15:3 Revelations 19:1-21 God of the bible which is Satan Killed babies.
In Luke 12:49 God of the bible which is Satan brings fire.
In Jeremiah 13:14 Deuteronomy 7:16 1 Samuel 6:19 God of the Bible which is Satan is destroyer.
In Matthew 10:34; Luke 2:14; 22:36 and Mark 9:50; John 14:27; 16:33; Acts 10:36 God of the bible which is Satan Came for Sword.
In Deuteronomy 20:16 God of the bible which is Satan Commands Only Killing Everyone and Everything.
Now just see these verses and reason well. who inspired to write this dirty evil verses yourself honestly??
The Most Merciful God Almighty or Satan????
~ Brother @Abubucker Sidheque

PROPHET MOHAMMED(PBUH) SAW ALLAH?


‏‏‎Peace-Islam: A Solution For Humanity‎‏ و‏‎Khaja Kj‎‏‏.ربما تحتوي الصورة على: ‏‏‏شخص أو أكثر‏ و‏لقطة قريبة‏‏‏
PROPHET MOHAMMED(PBUH) SAW ALLAH?
Admin:
TODAY I HAD A DISCUSSION(on many issues) WITH ONE OF THE GROUP(JAMMAT) AND THEY CLAIMED THAT PROPHET MOHAMMED(PBUH) SAW ALLAH IN MIRAJ AND BELIEVE ME NOW I AM THE MOST HATED AND CONSIDER ME AS ENEMY PERSON BY THEM(BY THIS JAMMAT) IN MY TOWN BECAUSE I SPOKEN THE TRUTH ALWAYS :'( ALLAH KNOWS THE BEST. BUT ITS HURTS ME A LOT.
Praise be to Allah:
Beyond the lote tree, the upmost boundary is a place where, apart from one exception, no human has ever been. The night journey and ascension through the heavens culminated in Prophet Muhammad moving past the upmost boundary and standing in the presence of Almighty God. Beyond the lote tree is the realm of the hereafter, Paradise, and the throne of God and God himself.
The word miraculous does not go far enough in describing what a wonder this must have been for Prophet Muhammad. It is beyond description and beyond imagining. However, the Prophet Muhammad(pbuh) did not see God with his eyes, as God tells us in the Quran.
“No vision can grasp Him.” (Quran 6:103)
One of the companions asked Prophet Muhammad directly if he saw God, to which he answered,
Sahi Muslim Ch 79 Bk 1, Number 0341:
It is narrated on the authority of Abu Dharr: I asked the
Messenger of Allah (may peace be upon him): Did you see thy
Lord? He said: “He is veiled by light, how could I see him.”?
Bk 1, Number 0342:
Abdullah b. Shaqiq reported: I said to Abu Dharr: Had I seen
the Messenger of Allah, I would have asked him. He (Abu Dharr)
said: What is that thing that you wanted to inquire of him? He
said: I wanted to ask him whether he had seen his Lord. Abu
Dharr said: I, in fact, inquired of him, and he replied: I saw
Light.

MAY ALLAH FORGIVE ME FOR ALL MY SIN'S.

كوميدي أمريكي:لو كان المسلمون إرهابيين لما كنا أحياء (فيديو)

The Numbers Don’t Lie: White Far-Right Terrorists Pose a Clear Danger to Us All

Salman Abedi wasn't a lone wolf – he was a known wolf, and the Muslim community tried to warn us about him

Fascicule : La miséricorde de ramadan vous tend la main ! Saisissez-la ! - Français - Salim Abou Assia

"The Story of Saeed Ibn Jubayr" by The Shatibi Center at Shatibionline.com

Riyyadh-us-Saaliheen read in English as an Audio Book?

الحوار الإلكتروني الإسلامي - لاعتناق الإسلام الآن

World Dawah Mission – Dawah In All 204 Countries!

Рамазон моҳи ибодат аст - Тоҷикӣ - Муҳаммад Солеҳ Пурдил